Oleh: Paroki St. Antonius Hayam Wuruk | Februari 16, 2010

Renungan dalam Minggu ini

SENIN, 15 FEBRUARI 2010
HARI BIASA PEKAN VI

Kata-kata Mutiara hari ini:
“Rahmat sering datang kepada kita dalam bentuk kesakitan, kehilangan dan kekecewaan, tetapi kalau tidak sabar, kita akan melihat bentuk aslinya.” Joseph Addison

Bacaan Pertama Yakobus 1:1-11

Mazmur 119:67.68.71.72.75.76

Bacaan Injil Markus 8:11-13

Renungan untuk hari ini:
Apakah tanda penting? Tentu penting karena tanda menunjukkan sesuatu, menerangkan sesuatu, menghadirkan sesuatu. Lalu mengapa Yesus menolak tanda? Karena tanda tidak diperlukan lagi. Yesus sendiri sudah hadir di hadapan mereka. Ia dapat mereka lihat, mereka sentuh, mereka ajak bicara, mereka terima dan mereka ikuti. Aneh sekali, mereka malah meminta tanda, meminta sesuatu yang nilainya jauh di bawah apa yang ada di hadapan mereka. Untuk apa, kalau bukan untuk mencobai-Nya?

SELASA, 16 FEBRUARI 2010
HARI BIASA PEKAN VI

Kata-kata mutiara hari ini:
“Segala sesuatu yang aku lihat mengajar aku untuk mempercayai Penciptaku untuk segala sesuatu yang belum aku lihat.” Raly Waldo Emerson

Bacaan Pertama Yakobus 1:12-18

Mazmur 94:12-13a.14-15.18-19

Bacaan Injil Markus 8:14-21

Renungan untuk hari ini:
Merenung bagi banyak orang adalah sesuatu yang buang-buang waktu, membosankan dan tidak produktif. Manusia cenderung secara sepintas lalu melihat, mengamati, menganalisa, mengambil kesimpulan dan kemudian meninggalkannya, beralih ke hal lain. Akibatnya ia tidak mengenal dan memahami secara mendalam. Inilah yang dialami oleh para murid. Mereka tidak mengerti karena makna terdalam dari perbuatan dan perkataan Yesus. Bagaimana dengan kita?

RABU, 17 FEBRUARI 2010
HARI RABU ABU (PANTANG DAN PUASA)
PESTA FAKULTATIF 7 PENDIRI TAREKAT HAMBA-HAMBA ST. PRW MARIA

Kata-kata mutiara hari ini:
“Sekuntum mawar akan menjadi kebunku. Seorang sahabat sejati akan menjadi duniaku.” Leo Buscagfia

Bacaan Pertama Yoel 2:12-18

Mazmur
Refrein: Kasihanilah kami, ya Allah, karena kami orang berdosa.
Ayat: Mzm 51:3-4.5-6a.12-13.14.17

Bacaan Kedua 2Korintus 5:20-6:2

Bait Pengantar Injil
Refrein: Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan Kekal.
Ayat: Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara Tuhan, janganlah bertegar hati.

Bacaan Injil Matius 6:1-6.16-18

Renungan untuk hari ini:
Apa gunanya melakukan kewajiban agama dan perbuatan baik jika hanya untuk mendapat penghormatan dan pujian dari sesama? Kepada siapa tindakan melakukan kewajiban agama dan perbuatan baik ditujukan? Pasti untuk Tuhan Allah, bukan? Untuk bersyukut kepada-Nya yang mencintai kita. Kalau hal-hal ini kita lakukan hanya sekedar untuk pengharapan duniawi berarti kita memanfaatkan Allah, menggunakan nama-Nya untuk hal-hal yang tidak benar.

KAMIS, 18 FEBRUARI 2010
HARI KAMIS SESUDAH RABU ABU

Kata-kata mutiara untuk hari ini:
“Semua bangunan pengetahuan akan runtuh bagaikan puing-puing yang tidak berguna, dihadapan satu kata-IMAN.” Napoleon Bonaparte

Bacaan Pertama Ulangan 30:15-20

Mazmur 1:1-2.3.4.6

Bacaan Injil Lukas 9:22-25

Renungan untuk hari ini:
Menjadi pengikut Yesus tidaklah mudah. Ia harus menyangkal diri dan memikul salib setiap hari. Siapkah Anda untuk melakukannya? Ikut Yesus tidak berarti selalu bersenang-senang dan menikmati berbagai fasilitas rahmat-Nya, tetapi juga harus turut dalam penderitaan-Nya. Inilah yang menjadi godaan bagi manusia untuk meninggalkan Yesus. Ketika kesulitan dan pencobaan datang, mereka lari meninggalkan Yesus. Bagaimana dengan kita?

JUMAT, 19 FEBRUARI 2010
HARI JUMAT SESUDAH RABU ABU

Kata-kata mutiara untuk hari ini:
“Semua orang tidak peril menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan, selama Ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya” Alexander Pope

Bacaan Pertama Yesaya 58:1-9a

Mazmur 51:3-4.5-6a.18-19

Bacaan Injil Matius 9:14-15

Renungan untuk hari ini:
Puasa memang penting. Puasa dapat melatih diri untuk berdisiplin, menahan berbagai nafsu dan keinginan-keinginan tidak teratur. Tetapi puasa hanya akan bermakna rohani apabila dikaitkan dengan hubungan antara manusia dengan Allah. Puasa yang maknanya dilepaskan dari hubungan tersebut menjadi bukan apa-apa, hanya suatu latihan fisik belaka. Lalu apa yang harus kita lakukan dalam masa puasa in? melihat kembali bagaimana hubungan kita dengan Dia.

SABTU, 20 FEBRUARI 2010
HARI SABTU SESUDAH RABU ABU

Kata-kata mutiara untuk hari ini:
“Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu.” Benjamin Franklin

Bacaan Pertama Yesaya 58:9b-14

Mazmur 86:1-2.3-4.5-6

Bacaan Injil Lukas 5:27-32

Renungan untuk hari ini:
Yesus dan orang-orang Farisi sama-sama melihat Lewi, tapi mereka memandangnya secara berbeda, dan memperlakukannya secara berbeda. Orang Farisi melihatnya sebagai pendosa yang harus dijauhi dan dihukum sebaliknya Yesus memandangnya sebagai seorang yang berharga dan patut diselamatkan. Cara Yesus melihat Lewi ini kemudian mempertobatkannya. Bagaimana kita melihat sesama kita? Seperti orang Farisi atau seperti cara Yesus?

About these ads

Responses

  1. Memang tidaklah mudah bagi pengikut Yesus yang harus siap & tabah untuk memanggul salib kita , namun aku masih tetap ingin bertahan memanggulnya karena aku percaya bahwa Tuhan Yesus pasti membantuku pada saat kutak mampu memanggulnya. GBU

  2. Siapakah sesama klta itu ? Lihat Galatia 6:10 ; 1 Tesalonika 3:12 ; Matius 5:44 , kita sebagai pengikut dan umat yang dipilih Tuhan Yesus semestinya hidup dalam penuh kedamaian , namun karena tidak mampu menjalankan Firman-Nya karena lebih condong menurti kemauan daging / menuruti hawa nafsu / serakah sehingga terjerumus dalam dosa . GBU


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: