Oleh: Paroki St. Antonius Hayam Wuruk | Januari 24, 2010

Renungan Minggu Ini

Senin, 25 Januari 2010

Pesta Bertobatnya Santo Paulus, Rasul

Kata-Kata Mutiara Hari Ini “Senin 25 Januari 2010”

“Mati dengan iman tidaklah begitu sulit, yang lebih sulit ialah hidup berdasarkan iman itu.” V. M Thackeray

Bacaan Pertama Kis 22:3-16 atau Kis 9:1-22

Mazmur 117:1.2

Bacaan Injil Mrk 16:15-18

Renungan Hari ini:

Ketika pemberitaan telah disampaikan tetapi orang yang mendapatkan berita itu tetap tidak mau menerimanya dan percaya, Ia akan di hukum. Ini bukan kejam tetapi itulah konsekuensi dari suatu perbuatan atau tindakan. Sebab perbuatan atau tindakan yang kita lakukan pastilah harus kita pertanggungjawabkan. Bagaimana dengan kita? Apakah kita membuka diri kita terhadap Kabar Gembira Allah, menerimanya dan mempercayainya? (fra)

Selasa, 26 Januari 2010

Pesta Santo Timotius dan Titus, Uskup.

Kata-kata Mutiara Hari ini “Selasa, 26 Januari 2010”

“Orang yang menyangkal kebebasan bagi orang lain, dirinya pun tak layak memperolehnya.” Abraham Lincoln

Bacaan Pertama 2Sam 6:12b-15.17-19

Mazmur 24:7.8.9.10

Bacaan Injil Mrk 3:31-35

Renungan untuk hari ini:

Hubungan darah memang penting bagi sistem kekerabatan duniawi manusia tetapi di mata Allah, bukan darah yang terpenting. Yang terpenting adalah kesediaan untuk melakukan kehendak Allah. Orang yang melakukan kehendak Allah adalah orang yang mau menjadikan kehendak Allah sebagai kehendaknya sendiri. Dengan demikian ia ada dalam persatuan dengan Allah. (fra)

Rabu, 27 Januari 2010

Pesta Santa Angela Merici, Perawan.

Kata-kata mutiara hari ini, “Rabu, 27 Januari 2010”

“Pengetahuan tidaklah cukup, kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup, kita harus melakukannya” Johann Wolfgang von Goethe

Bacaan Pertama 2Sam 7:4-17

Mazmur 89:4-5.27-28.29-30

Bacaan Injil Mrk 4:1-20

Renungan Hari ini:

Setiap orang diberi kesempatan dan kebebasan apakah ia ingin menghasilkan buah berlimpah atau malahan ingin menjadi mandul, tidak berbuah sama sekali. Kalau ingin berbuah banyak, maka orang harus mengolah hidupnya. Sehingga ia menjadi bagaikan tanah yang gembur dan cocok untuk ditanami. Apabila ia tidak mau mengolahnya, maka ia akan menjadi keras sekeras hatinya sehingga apa pun yang ditanam tidak akan membuahkan apa-apa. (fra)

Kamis, 28 Januari 2010

Pesta Santo Thomas Aquino, Imam dan Pujangga Gereja.

Kata-kata mutiara hari ini “Kamis, 28 Januari 2010”

“Berdoalah seakan-akan kerja tidak akan menolong, dan bekerjalah seakan-akan doa tidak akan menolong.” Pepatah Jerman

Bacaan Pertama 2Sam 7:18-19.24-29

Mazmur 132:1-2.3-5.11-12.13-14

Bacaan Injil Mrk 4:21-25

Renungan Untuk hari ini:

Orang Kristen yang tidak menghantar sesamanya kepada Allah bukanlah orang Kristen yang sejati. Ia tidak ada gunanya seperti pelita menyala tetapi ada di bawah gantang, meski menyala tetapi tidak dapat digunakan untuk menerangi. Orang Kristen dipanggil bukan sendiri-sendiri, bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi semua umat manusia. Apakah kita membawa sesama kita kepada Allah atau kita malah menghalangi mereka? (fra)

Jumat, 29 Januari 2010

Hari Biasa Pekan III

Kata-kata mutiara untuk hari ini “Jumat, 29 Januari 2010”

“Engkau telah menyentuh diriku dan aku telah Kau hantarkan ke dalam damai sejahtera-Mu” Santo Agustinus

Bacaan Pertama 2Sam 11:1-4a.5-10a.13-17

Mazmur 51:3-4.5-6a.6bc-7.10-11

Bacaan Injil Mrk 4:26-34

Renungan Untuk hari ini:

Kerajaan Allah berkembang dari kecil dan secara perlahan menjadi besar. Awalnya mungkin ia tampak remah dan tak berarti, namun ia akan tumbuh dan menjadi sesuatu yang besar dan memberikan kebaikan. Oleh sebab itu jangan putus asa dan berkecil hati apabila usaha untuk membangun kerajaan Allah tidak menampakkan hasil yang nyata. Ia akan berkembang dalam waktu karena Allah sendiri yang si Empunya. (fra)

Sabtu, 30 Januari 2010

Hari Biasa Pekan III

Kata-kata Mutiara hari ini “Sabtu, 30 Januari 2010”

“Karunia paling berarti yang dihadiakan Tuhan dalam hidup ini sesungguhnya bukanlah berupa barang, tapi kesempatan.” Alice W. Rollins

Bacaan Pertama 2Sam 12:1-7a.10-17

Mazmur 51:12-13.14-15.16-17

Bacaan Injil Mrk 4:35-41

Renungan untuk hari ini:

Betapa sering kita tidak menyadari pernyataan Yesus kepada kita. Kita sering merasa berjuang sendiri dan kemudiaan marah-marah kepada Yesus karena mengira Ia meninggalkan kita. Padahal tak pernah sedetikpun ia meninggalkan manusia yang dikasihi-Nya. Lalu mengapa kita harus takut kalau Ia, Sang Penguasa Alam, selalu menyertai kita? Apakah kita sering merasa ditinggalkan-Nya? (fra)

Minggu, 31 Januari 2010

Hari Minggu Biasa IV

Kata-kata Mutiara Hari Ini “Minggu, 31 Januari 2010”

“Ketika Anda dapat melihat hal yang tidak kelihatan maka Anda dapat melakukan hal yang mustahil bersama Yesus” Oral Robert

Bacaan Pertama Yer 1:4-5.17-19

Mazmur Tanggapan

Refr : Aku Hendak memuji nama-Mu, ya Tuhan, selama-lamanya.

Ayat Mzm 71:1-2.3-4a.5-6ab.15ab-17

Bacaan Kedua 1Kor 12:31 – 13:13

Bait Pengantar injil

Refr : Alleluya

Ayat : Tuhan mengutus Aku memaklumkan Injil kepada orang yang hina dina, dan mewartakan pembebasan kepada tawanan.

Bacaan Injil Luk 4:21-30

Renungan Hari ini:

Sinagoga adalah tempat ibadat diluar kota Yerusalem. Di Yerusalem ada Kenisah. Para penginjil mencatat bahwa Yesus tak pernah masuk sinagoga atau kenisah untuk mengikuti ibadah melainkan hanya untuk mengajar. Hari minggu yang lalu kita mendengarkan Yesus mengumumkan program-Nya di tempat ibadat di kota-Nya sendiri, di Nazareth. Tentu saja kita ingin mengetahui alasannya mengapa bagian pertama dari program-Nya membangkitkan amarah besara sehingga mereka coba membunuh Yesus.

Pertama: Yesus memilih sendiri nas yang mau diterangkan. Ia tidak menghormati jadwal bacaan yang sudah ditentukan untuk setiap hari sabat.

Kedua: Yesus merasa bahwa yang telah dikatakan nabi Yesaya tentang karya-Nya sudah benar kecuali pernyataan terakhir, “Roh Tuhan Allah ada padaku. Ia mengutus aku untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan dan hari pembalasan Allah kita.” (Yes 61:1-2)

Ketiga: Galilea dan Nazaret adalah tempat kelahiran dan perlindungan kaum zelot, sangat nasionalis, yang selalu siap bersenjata menyerang penjajah Roma. Maka Yesuslah, orang Nazareth itu, dialah yang diharapkan melaksanakan pembalasan Allah, mengusir penjajah dan menjadikan Israel bangsa yang menguasai dunia.

Keempat: Yesus tidak menyebut “pembalasan Allah”. Artinya: Yesus tidak datang untuk menegakkan kerajaan Israel. Yesus datang untuk menegakkan Kerajaan Allah. Bangsa Israel tidak diunggulkan oleh Yesus menjadi penguasa dunia. Dan Yesus menegaskan itu lebih lagi dengan dua contoh: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel, tetapi Elia diutus kepada seorang perempuan janda kafir di tanah Sidon di luar Israel. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel. Tidak ada satu pun dari mereka ditahirkan. Yang ditahirkan adalah Namaan, orang Siria, di luar tanah Israel. Artinya: Bagi Allah, Bapa Yesus, tidak ada bangsa, budaya, agama atau orang yang terpilih. Semua bangsa dan setiap manusia adalah anak-Nya yang Ia kasihi. Allah yang diwartakan Yesus tidak mendukung aspirasi bangsa Yahudi. Maka Yesus mau dilemparkan ked lama jurang. (fra)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: