Oleh: Paroki St. Antonius Hayam Wuruk | April 9, 2010

Paskah II

Jika kita tidak berubah, kita tidak akan bertumbuh. Jika kita tidak bertumbuh kita belum benar-benar hidup. Gail Sheehy

Pembaca yang terhormat, Hari Minggu Paskah Kedua kali ini adalah Hari Minggu Kerahiman Ilahi. Bacaan pertama di ambil darii Kisah Para Rasul (5:12-16), Bacaan kedua diambil dari Wahyu (1:9-11a.12-13.17-19) dan Bacaan Injil diambil dari Yohanes (20:19-31).

Bacaan pertama menerangkan Tuhan menambahkan jumlah mereka yang percaya dan yang disembuhkan dari segala macam penyakit. Tuhan menambahkan kepercayaan kepada para rasul bahwa segala rahmat dan berkat yang diberikannya kepada orang lain melalui nama anak-Nya, Yesus Kristus yang telah bangkit itu menambahkan jumlah anggota mereka dan menambahkan seluruh berkat bagi diri mereka sendiri.

Bacaan kedua memberikan pandangan lebih lengkap, dengan jelas dikatakan “Jangan Takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, Aku adalah yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya, dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. Karena itu tuliskanlah apa yang telah kau lihat, baik yang tejadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.

Memang manusia perlu bukti, bahkan Fakta kongkret yang harus dilihat dengan mata seperti yang dilakukan Yesus dalam Bacaan Injil. Manusia bisa begitu percaya penuh dengan sesama manusia, tetapi bisa begitu sulit mempercayai Tuhan. Hal yang aneh bukan? Mestinya kalau bisa mempercayai manusia, ia bisa mempercayai Tuhan lebih mudah. Jawaban sederhana ini menjadi sulit baginya sendiri “Lha Tuhan tidak kelihatan, jadi sulit dipercayai?”

Hanya dengan menunjukkan Fakta, Bukti akhirnya kita percaya dan berkata seperti Thomas sendiri “Ya Tuhanku dan Allahku!” Namun jangan khawatir pergolakan batin yang sering kita alami bisa jadi membuat kita semakin menyadari kalau kita itu sedang mencari Tuhan yang sebenarnya ada di tengah-tengah kita. Dalam wujud tak kelihatan Tuhan hadir dan menyapa “Damai sejahtera bagi kamu!” Perlu lah kita menjawab seperti Thomas yang akhirnya percaya, “Ya Tuhanku dan Allahku!”

Adakah makna ini mengena di hati kita “Not Seeing, Yet Believing”? atau kah masih bebalkah hati kita….

Santa Theresia dari kanak-kanak Yesus, mengungkapkan imannya dengan berkata, “Aku menyerah kepada Allah. Dengan kepercayaan buta aku berani meloncat ke dalam tangan Allah yang kuat dan menyelamatkan. Yesus menuntut segalanya bagi diri-Nya, maka segalanya aku serahkan kepada-Nya, segala-galanya, dan Ia akan memberikan segala-galanya kepadaku” fra


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: