Oleh: Paroki St. Antonius Hayam Wuruk | Mei 23, 2010

Hari Raya Pentakosta.

Saudara-saudari sekalian yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus.

Setiap kali kita memadahkan lagu pada Puji Syukur 569 akan kita temukan kata-kata yang memberikan makna yang mendalam tentang Roh Kudus.

Roh Kudus menjiwai bukan hanya para Rasul dan Murid serta orang yang dikasihi Tuhan pada Zaman sesudah Yesus naik ke surga, tetapi pada hati Umat semua.

Kita semua akan mendapatkan seluruh Rahmat itu asalkan kita mau berpasrah, berdoa, mengasihi sesama kita, memberikan dengan Ikhlas hati, dan lain sebagainya.

Pengalaman hidup tentang Roh Kudus tak akan lekang dalam hati para Murid dan Rasul-Rasul. Tapi apakah kita belum mendapatkan pengalaman itu? Kalau begitu harus kah kita hanya berdiam diri saja. Roh Kudus itu adalah bagaian dari Allah Tritunggal (yang perayaannya akan kita peringati minggu depan). Iya adalah Allah Sendiri.

Dalam Konstitusi art. 64b ada tertulis demikian “Doa adalah sebuah karya Roh Kudus dalam diri dan hidup kita. Dialah yang berkata-kata apabila kita tidak mampu berkata-kata.  Ia membimbing kita kepada persatuan dengan seluruh Gereja dan membantu kita untuk memperdalam pengalaman kita akan Allah.”

Akhirnya pantas lah kita berseru. “Utuslah Roh-Mu ya Tuhan, dan jadi baru seluruh muka bumi.”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: