Oleh: Paroki St. Antonius Hayam Wuruk | Mei 30, 2010

Hari Raya Tritunggal Mahakudus.

“In Nomine Patris et Fili et Spiritui Santi. Amen.”

Terpujilah Allah Bapa, Putera Allah yang tunggal, serta Roh Kudus karena sudah menaruh belas kasih kepada kita.”

Selamat Hari Raya Tritunggal Mahakudus.
Hari Raya Tritunggal Mahakudus kita sembah dan kita imani menyatu dari tiga menjadi satu namanya Tuhan. Bapa-Putera-Roh Kudus berbeda dalam pribadi akan tetapi satu dalam hakikat, yaitu Allah. Bapa-Putera-Roh Kudus adalah cara Allah hadir di tengah-tengah manusia. Bapa-Putera-Roh Kudus adalah perwujudan kasih sejati. Bapa-Putera-Roh Kudus bebrbeda dalam pribadi, namun tetap satu dalam wujud kasih. Inilah kiranya wujud kebenaran yang utuh, menyeluruh.

Bagi kita yang penting bukan menjawab apa itu tritunggal, melainkan apakah makna Tritunggal bagi hidup konkrit kita? Firman Tuhan hari ini memberi inspirasi bagi kita.

Ada sebuah konsep tentang Allah yang berbunyi jauh tanpa batas, dekat tetapi tidak bersinggungan, bersentuhan. Bagaimana Allah uang demikian itu harus diimani? Ya kita serahkan saja kepada yang mempunyai konsep itu. Kita memiliki konsep yang berbeda. Kita mengimani Allah yang dekat dengan kita. Kita mengimani Allah yang mengasihi kita. Ia mencurahkan kasih-Nya kepada kita.

Hari ini Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “masih banyak hal yang sekarang kamu belum dapat menanggungnya.” Yang dimaksudkan Yesus adalah arah hidup Dia dan arah hidup murid-murid-Nya. Arah hidup Yesus adalah mengusahakan kepentingan, kesejahteraan dan kebahagiaan manusia. Murid-murid-Nya belum ke situ dan belum mau ke situ. Maka Yesus berkata, “tetapi apabila datang Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran”. Roh itu adalah napas Allah, kekuatan Allah. Roh itu akan membantu murid-murid Yesus mengerti “seluruh kebenaran”. Kebenaran itu tentang siapa? Tentang Allah dan tentang manusia. Dibantu oleh Roh kebenaran murid-murid akan mengerti bahwa manusia diberi martabat yang sangat luhur, dan dipanggil menjadi putera dan puteri Allah. Pada saat itu murid-murid pun rela mengarahkan hidup untuk mengusahakan kepentingan, kesejahteraan dan kebahagiaan manusia seperti Yesus.

“Roh Kebenaran akan meberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang” – demikianlah pernyataan Yesus. “Hal-hal yang akan datang” itu adalah solusi dan jawaban baru atas masalah dan tantangan yang baru yang dialami oleh umat manusia dalam perjalanannya yang berkembang begitu pesat. Masalah baru yang harus diberi solusi, terobosan dan jawaban baru. Dalam hawaban yang baru itu Roh Kebenaran hadir. Resiko adalah kalau murid-murid Yesus mau menyelesaikan masalah yang baru dengan masalah yang lama.

Sayangnya, kerap kita tidak mau dipimpin oleh Roh tersebut dan cenderung mengabaikannya. Kita kurang mau mendengarkan; kita terlalu disibukkan oleh banyak hal, sehingga kurang melihat pengalaman buruk sebagai karya Allah yang sedang memurnikan. Kita cenderung melihat pengalaman buruk sebagai Allah yang sedang murka dan membenci kita. Ubalah pandangan itu, niscaya hidup kita akan cerah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: