Oleh: Paroki St. Antonius Hayam Wuruk | Juni 19, 2010

Renungan untuk Minggu Biasa XII

“If anyone wants to come with Me, he must forget himself, take up his cross every day, and follow Me.” Lukas 9:23.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus,

Penderitaan adalah fakta yang selalu ada dalam hidup kita. Tak seorang pun luput darinya. Namun, sebagai manusia, kita selalu ingin menghindari penderitaan dan mendambakan kebahagiaan.

Di dunia ini ada banyak jalan yang ditawarkan untuk mendapatkan kebahagiaan itu. Salah satunya ialah jalan yang di tawarkan Yesus. Jalan seperti apa yang ditawarkan Yesus? Jalan penderitaan! Aneh! Namun itulah dinamika hidup seorang Kristen. Penderitaan adalah jalan menuju keselamatan. Yesus mengalami kebangkitan setelah melalui jalan yang panjang penuh penderitaan: jalan salib!

Bacaan-bacaan hari ini terutama bacaan injil, mengajak kita untuk mengenal siapakah Yesus itu, dan hidup mengikuti-Nya. Siapakah Yesus dalam Injil hari ini? Dia adalah mesias yang menderita, Mesias yang ditolak, bahkan Mesias yang dibunuh. Namun, Dia juga yang dibangkitkan dan mengalami kemuliaan. Itulah Mesias yang kita ikuti.

Dalam Injil hari ini kita menemukan dua istilah yang perlu di jelaskan guna memetik maknanya yaitu “Anak Manusia” dan “Pada hari Ketiga”.

“Anak Manusia”-istilah ini suka dipakai oleh Yesus untuk melukiskan pribadi-Nya dan hidup-Nya ini diikhlaskan untuk melayani manusia. Istilah ini ditampilkan oleh Daniel (7:13-14). Dalam mimpi Daniel melihat empat binatang buas lambing empat kerajaan yang dengan keji berkuasa atas masyarakat. Setelah runtuk keempat kerajaan itu, “Datanglah dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia”. Maksud Daniel dunia tidak dikuasai lagi oleh binatang buas melainkan oleh manusia. Dalam bahasa Daniel ‘anak manusia’ berarti ‘seorang manusia’ dan bagi dia ‘anak manusia’ itu adalah umat Israel yang patuh pada Allah-Nya. Kemudiaan istilah itu dipakai untuk Mesias yang tugasnya adalah menaklukkan semua bangsa kafir guna menegakkan kerajaan Israel. Lalu Yesus pakai istilah ‘anak manusia’ untuk diri-Nya, akan tetapi diisi dengan makna baru, Yesus datang bukan utnuk membangun kerajaan Israel, melainkan untuk membangun Kerajaan Allah, Bapa-Nya, merajai manusia dengan cinta kasih-Nya. Yesus, anak manusia, meraja bukan dengan menaklukkan bangsa-bangsa, melainkan dengan menjadi pelayan bangsa-bangsa, “Karena Anak manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi semua orang.” (Mrk 10:45).

“Pada hari ketiga” anak manusia akan bangkit. Dengan berkata demikian Yesus tidak bermaksud memberi petunjuk mengenai Tri Hari Paskah (Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Malam Paskah). Dalam kitab suci dan dalam injil angka-angka tidak mempunyai nilai matematika melainkan simbolis. Angka ‘tiga’ menyatakan totalitas, kesempurnaan. Jadi Yesus mengatakan, “sungguh pun orang membunuh saya, kematian fisik dan biologis yang menimpa saya tidak berdaya atas kehidupan saya, sebab dengan pasti saya akan hidup dan kehidupan saya itu akan sempurna”.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: