Oleh: Paroki St. Antonius Hayam Wuruk | Agustus 14, 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke Surga

Renungan Pesta Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga dengan Jiwa dan Raganya.
Suatu tanda besar tampak di langit: Seorang wanita berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya, sedangkan kepalanya bermahkotakan dua belas bintang. (Why 12:1)
Saudara/I yang dikasihi Tuhan,
Hari ini kita merayakan hari raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Bagi kita saat ini menjadi saat bersyukur dan waktu yang tepat untuk membangun pengharapan kita. Dalam dokumen konsili Vatikan II Lumen Gentium 68 dikatakan demikian, “Bunda Yesus telah dimuliakan di surga dengan badan dan jiwa dan menjadi citra serta awal penyempurnaan Gereja di masa datang. Begitu pula dalam dunia ini, sampai tiba hari Tuhan; ia bersinar gemilang sebagai tanda harapan yang pasti dan hiburan bagi Umat Allah yang sedang berziarah.” Betapa membahagiakan hidup Bunda Maria sekarang. Hidup yang demikian moga-moga kita nikmati kelak. Setelah kita masuk surga. Amin? Inilah pengharapan kita yang luhur dan tak henti-hentinya harus kita bangun dalam diri kita.
Janganlah kita terpengaruh oleh istilah turun dari surga atau naik ke surga atau berangkat ke surga. Kita sudah tahu bahwa pada zaman itu orang berpikir bahwa di atas bumi ada tujuh langit. Di langit ke tiga ada surga, dan di langit ke tujuh ada kediaman Allah. Lalu, apakah yang dimaksud dengan “naik atau diangkat ke surga?
Dalam bahasa kita, itu berarti masuk dalam kondisi Allah atau masuk dalam dimensi Allah.
Siapakah orang-orang yang boleh naik ke surga dan apakah syaratnya?
Orang pertama yang naik ke surga adalah Yesus. Mengapa Yesus dimuliakan Bapa-Nya dengan dinaikkan-Nya ke surga?
Sebab Yesus rela menghadirkan dan membawa cinta kasih Bapa-Nya kepada manusia.
Menurut kitab suci, Allah mempunyai proyek yang raksasa, yaitu, manusia dan kebahagiaannya.
Allah tidak hanya menciptakan manusia. Allah menghendaki agar manusia hidup bersama Dia sebagai anak-Nya. Yesus rela mengikhlaskan hidup-Nya agar impian Bapa-Nya untuk membahagiakan manusia itu menjadi kenyataan, maka Yesus dimuliakan Bapa-Nya
Setelah Yesus, manusia yang dimuliakan dengan diangkat ke surga adalah Bunda Maria, bukan karena Dia adalah Ibu Yesus, melainkan karena Maria menjadi murid Yesus. Bersama Yesus dan seperti Yesus, maria mengikhlaskan hidupnya untuk mendukung kehidupan dan kebahagiaan manusia.
Selain Yesus dan Maria, akan diangkat ke surga, yaitu, masuk dalam kondisi dan dimensi Allah, semua orang yang menyerupai Bapa dalam mengasihi manusia. “Hendaklah kalian berbelaskasihan seperti Bapamu juga berbelaskasihan!” (Luk 6:36)
Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: