Oleh: Paroki St. Antonius Hayam Wuruk | Oktober 8, 2010

Warta Paroki Oktober 2010

O K T O B E R  2 0 1 0

PAROKI SANTO ANTONIUS

Jalan Hayam Wuruk No. 1

Telp. (061) 4152740 Fax. (061) 4564892

Blog: https://stantonius.wordpress.com

Bagian Pertama

SOROTAN UTAMA

Bulan Rosario:

“MESRA DENGAN ALLAH LEWAT TELADAN BUNDA MARIA”

Sejarah Singkat Doa Rosario

Usai melewati bulan September yang dikhususkan bagi pendalaman Kitab Suci, maka kini kita memasuki bulan Oktober yang kita kenal dan kita rayakan sebagai bulan Rosario. Lalu, apa sebenarnya cikal bakal adanya doa Rosario itu? Doa yang kini begitu populer dan bahkan Gereja menyediakan satu bulan secara khusus untuk merayakan bulan Rosario.

Di bagian awal sorotan utama edisi ini, kita akan melihat bagaimana sejarah singkat hadirnya Doa Rosario yang kita kenal sekarang.

Kata Rosario berasal dari bahasa Latin, rosarium (dari akar kata Latin,
rosa = bunga mawar), yang berarti karangan bunga mawar. Dalam Yes 11: 1 ” suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.”Tunas yaitu keturunan baru dari Isai dan Taruk itu melambangan Maria. Buah melambangkan Yesus yang lahir dari Maria. Anna, Ibu Maria semula adalah wanita mandul, tetapi kemudian secara ajaib mengandung Maria. Maria seorang perawan yang secara ajaib melahirkan Yesus. Sehingga tak mengherankan Maria digambarkan sebagai Mawar yang ajaib.

Lebih dalam lagi penjelasan mengenai Rosario diajarkan oleh Santo Louis de Montfort. Beliau menjelaskan bahwa mawar itu melambangkan Yesus dan Maria dalam kehidupan, kematian dan keabadian. Daunnya adalah misteri kegembiraan, durinya adalah misteri sengsara, bunganya adalah misteri kemuliaan, kuncupnya adalah masa kanak-kanak Yesus dan Maria, kelopaknya yang terbuka adalah lambang penderitaan mereka. Mawar yang merekah melambangkan kemenangan serta kemuliaan Yesus dan Maria.

Ada 2 tradisi mengenai asal-usul Doa Rosario ini. Versi Pertama menceritakan:
pada awal abad 12, Bunda Maria menampakkan dirinya dan memberikan rosario pada Santo Dominikus pendiri Ordo Dominikan dan meminta Dominiskus untuk mewartakan rosario ini. Pada masa itu Santo Dominikus sedang berjuang melawan kaum bidaah Albigensian. Bunda Maria berjanji bahwa karya kerasulannya akan berhasil jika Dominikus dengan setia mendoakan dan mewartakan Doa Rosario ini.

Dalam sejarah akhirnya, Dominikus dan pengikutnya dari abad 12 sampai abad 14 berhasil ‘mematikan’ bidaah Albigensian dengan jalan menggalakkan Doa Rosario dan merenungkan isteri-misteri penyelamatan. Bersama-sana dengan Ordo Kartusian (yang membagi doa Salam Maria dalam ‘sepuluh-sepuluhan’ dan menyisipkan doa Bapa
Kami di antara tiap “perpuluhan”-nya), menerbitkan buku penuntun,
berkothbah tentang peranan doa rosari dan menggalakkan Persekutuan Rosario.

Santo-santo besar lainnya seperti Petrus Kanisius, Philipus Neri, Louis de
Montfort, Beato de la Roche,
hanya mengikuti jejak Santo Dominikus. Bisa
dimaklumi sehingga akhirnya dunia menyakini bahwa Doa Rosario ini berasal dari Santo Dominikus meskipun pada awal abad 5 pada masa Santo Benedictus, orang sudah mengenal untaian manik-manik untuk menghitung doa vokal yang didaraskan berulang-ulang.

Versi Kedua: Setelah mapan secara historis kemudian mulai mendapat dukungan dari lingkungan kepausan dan dimasukkan dalam bulla kepausan (surat resmi kepausan menyangkut ajaran Gereja yang harus diimani). Hal ini karena Gereja melihat Doa Rosario menjadi doa perang suci baik ketika Santo Dominikus berperang melawan kaum Albigensian dan kemenangan Armada Laut Kristen atas Turki di Lepanto Timur Tengah tanggal 7 Oktober 1571. Perlu diketahui Armada Laut Turki dibawah pimpinan Halifasha adalah armada laut yang kuat dan sudah menghancurkan semua pelabuhan Katolik di Eropa – Armada Laut Kristen adalah gabungan dari Armada Laut Eropa dibawah pimpinan Don Yuan dari Austria yang tidak memiliki kekuatan yang berarti.

Don Yuan dari Austria terkenal mempunyai devosi yang kuat pada Bunda Maria. Pertempuran ini seperti pertempuran Daud dan Goliath. Armada Laut Kristen ketika maju berperang setiap anggotanya memegang rosario di tangan kanan dan senjata di tangan kiri. Sementara itu, Paus Pius V menyerukan kepada setiap orang Katolik di Eropa bersatu berdoa Rosario. Pada saat perang berkobar, Persekutuan Rosario Roma sedang mengadakan pertemuan di gereja Minerva, markas besar Ordo Dominikas. Kala itu mereka mendaraskan rosario dengan intensi khusus yakni agar Gereja menang atas musuh-musuhnya. Sehingga Paus Clemens XI  (tahun 1667- 1669) kemudian menentukan hari Minggu pertama bulan Oktober sebagai Pesta Rosario Santa Perawan Maria untuk memperingati kemenangan di Lepanto.

Isi dokumen dalam bulla kepausan memberikan indulgensi bagi mereka yang berdoa rosario demi ujud yang tercantum dalam bulla tersebut. Dukungan kepausan ini memang tidak untuk mengukuhkan kebenaran mistik Santo Dominikus sebagai fakta sejarah tetapi lebih berupa dukungan untuk mengembangkan devosi kepada Bunda Maria. Tradisi ini memang pernah populer tapi secara historis kurang dikenal luas.

Versi kedua ini berpusat pada devosi kepada Yesus dan Maria yang muncul pada abad 12. Pada saat itu ada kerinduan dari Gereja mengikutsertakan rahib dan umat yang tidak mampu membaca menawarkan doa alternatif sebagai ganti mendaraskan 150 Mazmur dalam ibadat harian. Karena itu sebagai pengganti Mazmur, mereka mendaraskan 150 doa Bapa Kami dengan mengunakan manik manik. Berkembangnya devosi kepada Yesus dan Maria, maka manik manik itu dipakai untuk mendoakan doa Salam Maria. Usaha ini sudah dirintis oleh Santo Petrus Damanianus (sekitar 1072).

Doa Salam Maria lahir dari proses yang panjang dan baru sempurna terbentuk pada abad ke 15. Doa ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama adalah salam Malaikat Gabriel kepada Maria, sekitar tahun 1260-an digabungkan dengan Pujian Elizabeth kepada Maria. Kata ‘YESUS’ sendiri baru ditambahkan pada abad ke 13. Bagian kedua “Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin.” Bagian ini ditambahkan pada abad ke 15, sebagai hal yang logis berkenaan dengan ajaran MARIA SEBAGAI BUNDA ALLAH (THEOTOKOS) pada konsili Efesus tahun 431.

Rangkaian Salam Maria yang terdiri dari 50 doa itu sering disebut Korona (=mahkota). Kata ini mengingatkan kita akan hiasan-hiasan/kembang yang menyerupai mahkota yang biasanya dibuat pada patung Bunda Maria.

Bulan Rosario di Paroki kita

Sesuai dengan tradisi yang baik dan selalu berjalan di paroki kita, bulan Oktober yang kita rayakan sebagai Bulan Rosario akan kita isi dengan berbagai kegiatan di tingkat lingkungan maupun stasi kita masing-masing. Perayaan ini juga kita intensikan secara khusus bagi para imam dan calon imam kita agar mereka selalu teguh dalam panggilan suci mereka dan semakin banyak generasi muda yang tertarik dan mau mengikuti panggilan-Nya. Melalui perayaan bulan Rosario juga diharapkan akan semakin menghangatkan relasi atau kemesraan kita dengan Allah dan dengan sesama, dari lingkungan paling kecil yakni keluarga hingga ke persaudaraan dengan seluruh umat Allah di dunia.

Selamat merayakan Bulan Rosario!! J (dari berbagai sumber)


Bagian Kedua

KEGIATAN PAROKI

1. Rapat-rapat

–  Rapat Dewan Pastoral Paroki Santo Antonius dan Rapat Presidium, dilaksanakan pada hari Minggu, 10 Oktober 2010, pukul 15.00 WIB di Kolam Pancing E’Karya Medan.

–  Rapat Dewan Pastoral Stasi Santo Antonius, dilaksanakan pada hari Senin, 18 Oktober 2010, pukul 19.30 WIB di pastoran.

2. Kegiatan Bidang Liturgi

Pelaksanaan Bulan Rosario di Paroki St. Antonius Hayam Wuruk-Medan

NO ACARA TEMPAT / 

TANGGAL

PETUGAS PEMIMPIN KETERANGAN
1 Pembukaan dengan Prosesi St.Antonius-H.Wuruk, Jumat, 01 Oktober; pukul 17.30 WIB Legio Maria 

dan Lingkungan Santa Agnes.

Tempat pemajangan patung dihiasi.
2 Doa Rosario  Harian/Lingkungan Dilaksanakan di lingkungan dan keluarga selama bulan Oktober. Pengurus Lingkungan Menggunakan buku Ibadat tahun lalu ditambah stensilan ibadat untuk peristiwa cahaya.
3 Misa dengan Jalan Salib Maria Dr.Mansur, Jumat, 08 Oktober; pukul 18.00 WIB Disiapkan oleh stasi yang bersangkutan Teks Perayaan Ekaristi dan Jalan Salib Maria dibawa berkeliling ke setiap stasi.
Sunggal, Jumat, 15 Oktober; pukul 20.00 WIB idem idem
Sei Agul, Jumat 22 Oktober; pukul 19.30 WIB idem idem
Karya Kasih, Jumat, 29 Oktober; pukul 18.00 WIB idem idem
4 Penutupan St.Antonius H. Wuruk, Minggu, 31 Oktober pukul 17.00 pada misa Minggu sore. Legio Maria 

dan Lingkungan Santo Fransiskus

Ada prosesi penutupan seperti prosesi pembukaan.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: