Oleh: Paroki St. Antonius Hayam Wuruk | Januari 19, 2012

Renungan Minggu Ini: Betapa Mulia Meninggalkan Jala dan Mengikuti yesus!

Saudara-saudari seiman,

Hampir 67 Tahun lalu Bangsa kita menyatakan diri sebagai bangsa merdeka, bangsa Indonesia dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita juga menyatakan diri saling mengakui sama martabat, hak-hak dan kewajibannya.Oleh karena itu, semuanya harus ikut ambil bagian dalam perjalanan perkembangannya sebagai negara sedang berkembang menjadi negara berkembang, ibarat maju dan dewasa. Sayang, selama hampir 67 Tahun perkembangan itu, banyak penduduk Indonesia yang seharusnya secita-cita itu, ternyata tidak selalu setekad dan seperjuangan. Mereka bahkan mengalami pertentangan, kekerasan, ketidakadilan, merajalelanya korupsi, fanatisme, serta turunnya moralitas hidup dan nilai tindakan banyak orang. Banyak orang mengetahui pancasila, tetapi hanya sebagai pengetahuan, padahal hampir setiap hari disebut dan memang diharuskan. Sementara itu selama 13 tahun masa reformasi ini, nyaris orang mendengar kata “Pancasila”. Baru mulai timbul keinginan untuk memperhatikan lagi. Seandainya jiwa dan semangat isi Pancasila disadari dan dihayati, mungkin ketegangan di masyarakat dalam bentuk apapun dapat diatasi. Lebih-lebih karena sila pertamanya adalah kepercayaan akan Allah yang Mahakuasa. Perbedaan antaragama yang mengakui Allah yang satu dan sama justru menimbulkan ketegangan dan perlawanan.

Saudara-saudari terkasih, Injil Markus memperkenalkan suatu pemerintahan, yang menurut Yesus lain sekali dengan yang berlaku di mana-mana dahulu maupun sekarang. Disebut suatu pemerintahan di dalam Kerajaan Allah, dimana tercipta suatu masyarakat damai sejahtera sejati. Dalam kerajaan ini, Rajanya mencari dan mendekati orang-orang yang dianggap buruk oleh masyarakat atau disingkirkan. Si Raja ini justru menganggap dan memerlakukan mereka ini sebagai sahabat. Mereka yang saling bertentangan: kaya dan miskin, fanatik dan malas agama, orang suci dan orang abangan, berkedudukan tinggi dan rakyat jelata, berbeda pandangan politiknya,- semua ini justru disatukan dan diajak saling menganggap sebagai saudara.

Betapa banyak sekali kesamaan antara isi Pancasila dan Injil Yesus Kristus.

Sumber: Inspirasi Batin Tahun 2012 Jilid 1 Halaman 45.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: